Permasalahan Lingkungan dan Kasus

aclimate-causes-coalHI_230500

Bagaimana masalah lingkungan itu muncul ?

Munculnya masalah lingkungan dapat ditinjau dari berbagai sisi. Dari sisi teknis:

1. Konsekuensi dari Penggunaan/introduksi Teknologi

Saat ini penggunaan teknologi sangat pesat perkembangannya. Setiap bulan saja industri teknologi mengeluarkan produk – produk canggih yang aksesnya semakin tanpa batas. Dahulu kita memanfaatkan teknologi untuk sekedar saling mengirim pesan atau bercakap via telepon. Namun saat ini, kita bisa menjamah bagian negara lain tanpa harus mengunjunginya. Namun, satu hal yang kita tidak ketahui?! Dalam setiap penggunaan teknologi tersebut terdapat konsekuensi yang harus kita hadapi, apalagi jika berdampak pada lingkungan. Seperti penggunaan AC dan Lemari Es yang menggunakan CFC, konsekuensi berdampak pada lapisan atmosfer.

2. Efek samping yang tidak terprediksikan dari Penggunaan Teknologi

Setiap manusia pasti punya kelemahan, setiap yang dilakukan manusia pasti akan ada hal yang terduga terjadi. Dalam penggunaan teknologi, kita seringkali melupakan efek samping dari penggunaan yang terus menerus. Kita hanya beragumen bahwa teknologi segalanya yang membantu kita tetap saling terhubung. Namun kita harus ketahui bahwa dalam setiap teknologi itu memiliki radiasi yang dapat membahayakan kita sebagai pengguna teknologi.

Beberapa kasus lingkungan penting :

    1. Exxon Valdez Oil SpillDong Fang Ocean, sebelumnya bernama Exxon Valdez, Exxon Mediterranean, SeaRiver Mediterranean, S/R Mediterranean, Mediterranean adalah sebuah kapal tanker milik Exxon Mobil yang terkenal setelah kandas dan menumpahkan minyak mentah sebesar 40.900 – 120,000 m3 (10.800.000 – 32,000,000 US gallon), atau 257.000 – 750.000 barreldi daerah perairan Prince William, Bligh Reef, Alaska pada 24 Maret 1989, saat itu kapal ini dikemudikan oleh Kapten Joseph Hazelwood menuju Long Beach, California. Peristiwa ini merupakan tragedi buruk pencemaran laut oleh minyak kedua dalam sejarah Amerika Serikat dan peringkat ke 54 di dunia.
    2. Sandoz Chemical
      Tumpahan bahan kimia disebabkan oleh kebakaran. Kebakaran terjadi di gudang Sandoz yang berisi bahan agrokimia (pertanian) di Schweizerhalle, Basel-Landschaft, Swiss, pada tanggal 1 November 1986. Air yang digunakan oleh pemadam yang telah terkontaminasi bahan agrokimia beracun menghasilkan polutan yang masuk dan mengalir di sungai Rhine, mengubah sungai menjadi merah. Bahan kimia ini menyebabkan kematian besar satwa, membunuh antara lain sebagian besar belut Eropa di Rhine, meskipun situasi kemudian pulih dalam beberapa tahun . Bahan kimia yang disimpan, antara lain urea dan pewarna fluorescent, insektisida organofosfat, senyawa merkuri dan organoklorin. Di antara polutan air yang dihasilkan adalah dinitro-orto-kresol, organofosfat kimia propetamphos, parathion, disulfoton, thiometon, etrimphos dan fenitrothion, serta metoxuron organoklorin.
    3. BP Oil Spill
      Tumpahan minyak di Teluk Mexico 2010 terjadi pada 20 April 2010 jam 10 malam selepas satu letupan pada pelantar carigali minyak Deepwater Horizon di luar pantai Louisiana di Teluk Mexico. Tumpahan minyak ini dianggap tumpahan luar pantai terbesar dalam sejarah A.S. dan diantara tumpahan minyak terbesar di dunia. 11 daripada 126 pekerja lepas pantai tewas dan 17 orang cedera.Pada 15 Juli 2010, BP menyatakan kebocoran itu telah dihentikan dengan menutup kepala telaga yang menyemburkan minyak mentah, walalupun terdapat risiko tekanan besar yang dapat menyebabkan kebocoran baru di dasar laut.Penggalian pipa untuk menutup lubang kebocoran ini sedang dijalankan.
    4. Lapindo Brantas
      Pada awalnya pengeboran sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.
      Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo “sudah” memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, casing 20 inchi pada 1195 kaki, casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki).
      Sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini Lapindo membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat di atasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici).
      Setelah kedalaman 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi.
      Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s